Tulisan ini perlu perenungan dan pendalaman yang serius untuk mendapatkan hikmah dari apa yan kita dan kita tela’ah,secara ilmia untuk mendapatkan pencerahan.Rata-rata usia manusia meninggal /mati kurang lebih 65 tahun.laki-laki baglih kurang lebih 15 tahun dan wanita baligh lebih kurang 12 tahun.baligh adalah start atau awal seseorang untuk di perhitungkan amal baik dan buruknya selama hidup di dunia.
Usia kita untuk beramal dan beribadah kepada Allah swt kita pukul rata dengan rumus:
MATI-BALIGH=SISA USIA,65-15=50 TAHUN
Jika;
50 tahun = 50x 365 hari(1 tahun)=18.250 hari
1 hari = 24 jam,dengan rincian;
1.waktu tidur = 7 jam /hari
2.waktu aktivitas = 12 jam/ hari
3.waktu aktivitas lain = 4 jam/hari(baca koran,nonton tv,rileks,dll)
4.ibadah = 1 jam/hari(hanya untuk sholat)
Total = 24 jam/hari
Maka;
1. Waktu kita tidur lebih kurang 7 jam/hari dalam 50 tahun usia kita.waktu yang habis kita pakai untuk tidur=18.250 x 7 jam =127.750 jam/24 jam/365 hari = 14 tahun 6 bulan.di bulat kan jadi 15 tahun.
2. waktu aktivitas kita di siang hari lebih kurang 12 jam/hari.dalm 50 tahun usia kita waktu yang habis kita pakai untuk aktvitas = 18.250 hari x 12 jam =219.000 jam/24 jam/365 hari =251 tahun.
3. waktu aktivitas lainnya(santai/rileks) =18.250 x 4 jam = 73.000 jam/24 jam/365 hari =8 tahun.
4. waktu ibadah sholat lebih kurang 1 jam,dalam 50 tahun usia kita,waktu yang habis di pakai sholat = 18.250 hari x 1 jam =18.250 jam /365 hari = 2 tahun.
5. total = 15 tahun + 25 tahun + 8 tahun + 2 tahun = 50 tahun.
Lalu;
Cukup pantaskah hanya 4%(2 tahun) saja dalam hidup ini kita persembahkan untuk beribadah kepada Allah swt dengan mengharapkan surga yang kekal lagi penuh keinkmatan di dalamnya?
Cukup terjaminkah kekhusyukkan dan kesempurnaan sholat kita yang hanya 4% dari usia kita (kalau sampai 50 tahun) sebagai persembahan kepada Allah?
maaf jika saya tidak mencantumkan penulis nya,karena tulisan ini saya ambil pada selembar kertas kopian yang tanpa penerbit dan pengarangnya jadi terima kasih kepada penulis sumber ini